Depdiknas Harus Kembali Gelar UAN Untuk Siswa Tak Lulus

Pengamat pendidikan di Yogyakarta Ki Gunawan mengatakan Departemen Pendidikan Nasional harus menyelenggarakan ujian ulangan bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan yang sederajat yang tidak lulus Ujian Akhir Nasional (UAN).”Ujian ulangan merupakan solusi yang terbaik, karena bagaimanapun juga kelulusan siswa tidak boleh hanya ditentukan dari satu ujian itu,” katanya, Jumat (23/06).

Menurut dia, saat ini banyak siswa yang memiliki prestasi belajar bagus, tetapi justru gagal dalam UAN hanya karena nilai mata ujian Matematika kurang dari 4,25.

“Dari dulu kami sudah sampaikan kepada Depdiknas untuk meninjau ulang kebijakan UAN, karena mutu pendidikan bukan hanya diukur dari hasil ujian akhir ini,” ujar dia.

Ia mengatakan solusi yang ditempuh Depdiknas yakni siswa yang gagal UAN dapat mengikuti Kelompok Belajar (Kejar) Paket C sangat tidak tepat, karena program belajar tersebut dari dulu memang tidak ditujukan untuk siswa yang gagal ujian akhir.

“Harus dipikirkan juga dampak psikologis bagi siswa yang ikut Kejar Paket C ini, karena program itu ditujukan untuk persamaan bagi mereka yang putus sekolah atau yang sudah bekerja,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan Depdiknas harus mendengarkan keluhan masyarakat, karena kejadian tersebut telah menimbulkan kekecewaan siswa maupun orangtuanya.

“Penentuan kelulusan UAN ini sangat tidak adil, karena banyak siswa yang kemudian tidak dapat melanjutkan studi hanya karena gagal dalam satu mata pelajaran,” sambungnya.

Dia menegaskan, sejumlah kalangan dunia pendidikan telah beberapa kali memberi masukan ke Depdiknas, tetapi kenyataannya tidak pernah ditanggapi, dan UAN jalan terus.

“Yang sangat lucu saat ini Mendiknas mengaku masih merenungkan untuk mencari solusinya. Buat apa merenung, karena seharusnya ada tindakan dan keputusan cepat agar kejadian itu tidak menimbulkan masalah baru yang lebih besar lagi,” ujarnya.

Ia menambahkan, ujian ulang merupakan solusi yang tepat dan harus segera diselenggarakan Depdiknas. “Depdiknas harus mengadakan ujian ulang, dan tentunya dengan biaya yang ditanggung pemerintah,” sambungnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Drs Sugito MSi mengatakan sebanyak 4.713 dari 39.649 siswa SMA, SMK dan Madrasah Aliyah (MA) di DIY tidak lulus ujian nasional 2006.

“Tahun ini tidak ada ujian ulangan bagi mereka yang tidak lulus,” tandasnya.

Menurut dia, siswa yang tidak lulus dapat mengulang di kelas terakhir, atau dapat mengikuti Kelompok Belajar Paket C dan ikut ujian pada November nanti.

“Siswa yang tidak lulus dan berniat mengikuti Kelompok Belajar Paket C dapat mendaftarkan melalui kelompok belajar masyarakat,” ujarnya.

Dikatakan oleh dia, banyaknya siswa yang tidak lulus UAN salah satu penyebabnya karena kenaikan standar nilai kelulusan dari 4,25 menjadi 4,26 dengan nilai rata rata 4,51.

“Selain itu, banyak siswa yang jatuh nilainya pada mata pelajaran Bahasa Inggris dan Matematika. Namun, tahun ini tidak ada sekolah yang kelulusannya nol persen,” katanya. ( powered by : kapanlagi.com )

Iklan

1 Komentar »

  1. Alex Said:

    wah ternyata ada kesempatan bagi yang tidak lulus yach…
    Muhass Admin kamu kok bicara begitu đŸ˜€


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: